Jarir bin Abdillah r.a pernah menyatakan :
hal senada juga terungkap dalam hadis riwayat Tamim bin Aus Ad-Dari yang menyatakan bahwa nabi Shalallohuálaihiwassalam bersabda :
“Agama adalah nasehat” – Beliau mengulanginya tiga kali. Kami (para sahabat) bertanya: “Bagi siapa, wahai Rasulullah?”Beliau bersabda: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan kaum muslimin pada umumnya.” (HR. Muslim).
maksud dari pernyataan : "Agama adalah nasihat" yaitu bahwa nasihat adalah merupakan praktik agama yang paling utama dan paling sempurna [kasyful Musykil min Hadis Ash-Shahuhaun, ibnul Jauzi 4/219]Ibnul Jauzi mengatakan : "Ketahuilah bahwa nasihat bagi Allah maksudnya ialah memperjuangkan agama Allah dan membelanya dari segala bentuk kemusyrikan. Kendati sebenarnya Allah sama sekali tidak membutuhkan hal itu, akan tetapi manfaat dari tindakan tersebut kembali kepada manusia yang melaksanakannya.
begitu pula nasihat bagi kitabNya berarti melakukan pembelaan terhadapnya dan senantiasa membacanya.
sedangkan nasihat bagi RasulNya dilakukan dengan cara melakukan sunnahnya dan mendakwahkannya.
Sementara nasihat bagi para pemimpin kaum muslimin berarti taat kepadanya, turut berjihad bersamanya, memelihara bai'at (janji setia) kepadanya dan memberikan nasihat (saran) kepadanya tanpa disertai pujian yang melenakan.
Adapun nasihat bagi kaum muslimin yang awam (kebanyakan) berarti segala keinginan yang baik bagi mereka, termasuk didalamnya mengajarkan kewajiban agama mereka dan menunjukkan kebenaran kepada mereka (kasyful Musykil min Hadis Ash-shahihain, Ibnu Jauzi, 4/219)
Dengan demikian maka memberikan nasihat kepada kawan dilkakukan dengan keinginan yang baik baginya, menunjukan kebenaran kepadanya, tidak menipu ataupun berbasa-basi dalam urusan agama Allah. Termasuk didalamnya adalah amar ma'ruf nahi mungkar, walaupun hal itu berlawanan dengan hawa nafsu dan tradisi hidupnya.
(sumber : Panduan Etika Muslim Sehari-hari)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar