animasi bergerak naruto dan onepiece
Rohis Al-Ishlah

Contact Person

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 22 Januari 2014

Ulul Azmi

     Di antara  para nabi dan rasul tersebut ada beberapa yang disebut dengan "Ulul Azmi". Ulul Azmi adalah para rasul yang memiliki keteguhan dan kesabaran yang kuat. "Maka bersabarlah kamu, seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dan rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (adzab) bagi mereka." (Q.S Al-Ahqâf [46]: 35)

       siapa saja para rasul yang disebut Ulul Azmi? pendapat tersebut terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
a.   Seluruh nabi, selain Nabi Yunus dan Adam, Allah swt berfirman, "Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada da;am (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya,)" 
(QS Al-Qalam [68]: 48)
Yang dimaksud dengan orang yang berada dalam (perut) adalah Nabi Yunus. Allah swt juga berfirman, "Dan sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat."" (QS. Thâhâ[20]: 115)

b.     Sebagian nabi. Namun golongan ini masih terbagi lagi ke dalam sepuluh pendapat tentang siapa saja nabi yang berhak menjadi Ulul Azmi. Pendapat yang paling masyhur adalah ada lima, yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad. " Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh." (QS. Al-Ahzab [33]:7)

Senin, 06 Januari 2014

Maulid Rasullulah Nabi Muhammad saw

            Maulid Nabi atau Maulud adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, dimana di Negara Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad di ambil dari bahasa bahasa Arab yang artinya hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Seperti yang tercatat wikipedia; sejarah awal mula perayaan maulud nabi Muhammad SAW diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193).               
              Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuan Maulud Nabi adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.

Sabtu, 04 Januari 2014

Posisi kaki saat Shalat

Posisi kaki 

Posisi Pundak


Shalat Rawatib

          Shalat sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu lima waktu. ada yang dikerjakan sebelum shalat fardhu, yang disebut dengan shalat sunnah qabliyah. Adapula yang dikerjakan seesudah shalat fardhu, yang disebut shalat sunnah ba'diyah. Banyak sekali hikmah yang ada di balik disyariátkannya shalat sunnah Rawatib, di antaranya untuk menambah kebajikan dan meninggikan derajat seseorang. Juga berfungsi sebagai penutup segala kekurangan dalam pelaksanaan shalat fardhu.
            Hukum shalat Rawatib adalah Sunnah. Adapun macamnya ada dua, yaitu sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan untuk dikerjakan) dan ghairu Muakkad ( tidak terlalu dianjurkan). sunnah muakkadah ialah shalat yang sering dikerjakan oleh Rasulullah Saw dan jarang sekali ditinggalkan oleh beliau. sementara ghairu muakkadah ialah shalat sunnah yang tidak jarang ditinggalkan oleh beliau.

Berikut adalah shalat sunnah Rawatib muakkad.
1) 2 Rakaat sebelum shalat Shubuh ( shalat fajar/ qabliyah shubuh)
2) 2 Rakaat sebelum Zhuhur dan 2 rakat setelah Zhuhur ( Qabliyah dan Ba'diyah Zhuhur)
3) 2 Rakaat sesudah shalat Maghrib (Ba'diyah Maghrib)
4) 2 Rakaat sesudah shalat Isya ( Ba'diyah Isya) 
        adapun shalat sunnah rawatib ghairu muakkad adalah sebagai berikut :
1) Dua rakaat sebelum shalat zhuhur
 Shalat sunnah Rawatib Zhuhur itu ada delapan rakaat, 4 rakaat qabliyah dan 4 rakaat Ba'diyah. 2 rakaat shalat sunnah qabliyah adalah Muakkad sedangkan 2 rakaat yang selanjutnya adalah Ghairu muakkad
2) Empat rakaat sebelum shalat Ashar
3) Dua rakaat Sebelum Maghrib
4) Dua rakaat sebelum isya

Untuk diperhatikan, bahwa pelaksanaan shalat sunnah rawatib sama dengan shalat sebagaimana biasanya, diawali tahbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Doá sesudah shalat Rawatib
             Setelah menunaikan shalat rawatib, perbanyaklah berdoa memohon kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat serta memohon keselamatan dari siksa api neraka.

Alláhumma innï as'aluka salämatan fid-dîn, wa'afiyatan fil-jasad, wabarakatan fir-rizqi, waziyâtan fil-'ilmi walamali, wataubatan qablal mauti, warahmatan 'indal-mauti, wamaghfiratan ba'dal mauti. Allâhumma hawwin 'alainâ fî sakaratil-mauti wan-najata minan-nâri wal-'afwa 'indal hisâb. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanah, wafil-âkhirati hasanataw waqinâ 'adzâban-nâr, walhamdu lillâhi rabbil-'âlamîn.


(sumber : Buku Induk Islam Nurul Ilmi)

Rabu, 01 Januari 2014

Shalat Wudhu

 a. Shalat Wudhu
            Shalat Wudhu adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sesudah berwudhu. Dan yang lebih utama, dikerjakan sebelum air wudhu ditubuh kita mengering.
 Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa melakukan wudhu dengan sempurna, kemudian ia melakukan shalat dua rakaat, sementara hatinya tidak bicara apa pun (dalam urusan duniawi, melainkan hanya mengingat Allah) maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni". (HR. Bukhari  dan muslim)
 b. Tata Cara Shalat Wudhu
          setelah berwudhu dan berdoa, segeralah menuju tempat shalat yang suci lalu mengerjakan Shalat Wudhu yang rukunnya sama seperti shalat-shalat pada umumnya, namun berbeda pada niatnya. adapun niat Shalat Wudhu sebagai berikut ;

Ushallï sunnatal-wudhü 'i rak'ataini lilläahi taála.
"aku berniat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah Taála"

pelaksanaan shalat wudhu ialah setiap selesai berwudhu dan dalam keadaan suci.


(sumber : Buku Induk Islam Nurul Ilmi)