Hukum shalat Rawatib adalah Sunnah. Adapun macamnya ada dua, yaitu sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan untuk dikerjakan) dan ghairu Muakkad ( tidak terlalu dianjurkan). sunnah muakkadah ialah shalat yang sering dikerjakan oleh Rasulullah Saw dan jarang sekali ditinggalkan oleh beliau. sementara ghairu muakkadah ialah shalat sunnah yang tidak jarang ditinggalkan oleh beliau.
Berikut adalah shalat sunnah Rawatib muakkad.
1) 2 Rakaat sebelum shalat Shubuh ( shalat fajar/ qabliyah shubuh)
2) 2 Rakaat sebelum Zhuhur dan 2 rakat setelah Zhuhur ( Qabliyah dan Ba'diyah Zhuhur)
3) 2 Rakaat sesudah shalat Maghrib (Ba'diyah Maghrib)
4) 2 Rakaat sesudah shalat Isya ( Ba'diyah Isya)
adapun shalat sunnah rawatib ghairu muakkad adalah sebagai berikut :
1) Dua rakaat sebelum shalat zhuhur
Shalat sunnah Rawatib Zhuhur itu ada delapan rakaat, 4 rakaat qabliyah dan 4 rakaat Ba'diyah. 2 rakaat shalat sunnah qabliyah adalah Muakkad sedangkan 2 rakaat yang selanjutnya adalah Ghairu muakkad
2) Empat rakaat sebelum shalat Ashar
3) Dua rakaat Sebelum Maghrib
4) Dua rakaat sebelum isya
Untuk diperhatikan, bahwa pelaksanaan shalat sunnah rawatib sama dengan shalat sebagaimana biasanya, diawali tahbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
Doá sesudah shalat Rawatib
Setelah menunaikan shalat rawatib, perbanyaklah berdoa memohon kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat serta memohon keselamatan dari siksa api neraka.
Alláhumma innï as'aluka salämatan fid-dîn, wa'afiyatan fil-jasad, wabarakatan fir-rizqi, waziyâtan fil-'ilmi walamali, wataubatan qablal mauti, warahmatan 'indal-mauti, wamaghfiratan ba'dal mauti. Allâhumma hawwin 'alainâ fî sakaratil-mauti wan-najata minan-nâri wal-'afwa 'indal hisâb. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanah, wafil-âkhirati hasanataw waqinâ 'adzâban-nâr, walhamdu lillâhi rabbil-'âlamîn.
(sumber : Buku Induk Islam Nurul Ilmi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar